Pemprov NTB Minta Maskapai Tambah Kapasitas Penerbangan Jelang MotoGP Mandalika 2026

redaksi
4 Min Read
Pemprov NTB meminta kepada Maskapai untuk menambah flight Lombok jelang MotoGP 2026.

MATARAM, Mandalikanesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta maskapai penerbangan menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok sejak awal periode pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus mencegah keterbatasan kursi dan kenaikan harga tiket menghambat kedatangan wisatawan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, aksesibilitas udara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pengalaman dari sejumlah agenda internasional sebelumnya menunjukkan, tingginya minat masyarakat untuk menghadiri suatu acara tidak selalu berujung pada kunjungan apabila ketersediaan kursi penerbangan terbatas dan harga tiket melonjak.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, Selasa (8/9/2026).

Indikasi peningkatan permintaan penerbangan menuju Lombok mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai. Tingkat keterisian pada beberapa penerbangan telah mendekati 90 persen. Di sisi lain, ketersediaan kursi pada sejumlah jadwal semakin terbatas.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi NTB meminta maskapai menyiapkan tambahan kapasitas sejak jauh hari. Penambahan penerbangan, menurut Iqbal, tidak seharusnya hanya mengandalkan penerbangan tambahan atau extra flight yang baru disiapkan menjelang puncak pelaksanaan MotoGP.

Menurut dia, terdapat dua skema yang dapat dilakukan maskapai. Pertama, menyiapkan dan mengumumkan penerbangan tambahan lebih awal sehingga masyarakat serta pelaku industri perjalanan memiliki kepastian dalam menyusun rencana perjalanan. Kedua, menyediakan extra flight secara fleksibel untuk merespons lonjakan permintaan menjelang pelaksanaan balapan.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.

Selain menambah frekuensi penerbangan, Iqbal meminta maskapai mempertimbangkan penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar. Sejumlah slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi juga diharapkan dapat kembali diaktifkan.

Beberapa rute menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut, antara lain Jakarta–Lombok, Surabaya–Lombok, dan Yogyakarta–Lombok. Pemerintah daerah juga mendorong kemungkinan pengaktifan kembali rute Malang–Lombok.

Tak hanya arus kedatangan, pemerintah juga menyoroti potensi kepadatan penerbangan pada saat penonton meninggalkan Lombok. Maskapai diminta mempertimbangkan penerbangan malam setelah rangkaian MotoGP berakhir.

Hal tersebut dinilai penting karena penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari. Pada saat yang sama, kepadatan lalu lintas dari kawasan sirkuit menuju pusat transportasi berpotensi membuat sebagian penonton membutuhkan pilihan penerbangan pada malam hari.

“Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan,” tegas Iqbal.

Sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan permintaan. Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober.

Pelita Air meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari mulai 8 Oktober. Sementara itu, Citilink menyiapkan tambahan kapasitas pada rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok.

Lion Air juga membuka kemungkinan penambahan extra flight dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan penumpang. Untuk penerbangan internasional, AirAsia tetap mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari dan akan melanjutkan pembahasan mengenai kemungkinan penambahan kapasitas.

Lalu Iqbal menegaskan, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup diukur dari kesiapan sirkuit dan kelancaran balapan. Pengalaman wisatawan sejak merencanakan perjalanan, tiba di Lombok, mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kembali ke daerah asal juga menjadi bagian dari kualitas penyelenggaraan event internasional.

“MotoGP adalah momentum besar bagi NTB. Karena itu, kita harus memastikan akses menuju Lombok semakin mudah, pilihan penerbangan semakin banyak, dan masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan,” ujar Lalu Iqbal. (Mn3)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *