SELONG, mandalikanesia.com — Dugaan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bertambah. Hingga Sabtu (24/4/2026), jumlah korban tercatat mencapai 35 orang.
Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat langsung turun ke lapangan guna memastikan kondisi para siswa serta penanganan medis berjalan optimal.
Ketua Satgas BGN Lombok Timur, Ahyan, menyampaikan sebagian besar korban telah menunjukkan kondisi membaik.
“Total penderita saat ini 35 orang. Sebanyak 28 orang sudah dipulangkan karena kondisi kesehatannya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pengadangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengirim sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk diuji secara laboratorium.
“Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam satu hingga dua pekan ke depan,” kata Aries.
Di tingkat provinsi, Ketua Satgas MBG NTB, Pathul Gani, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan segera melakukan tindak lanjut, termasuk menyampaikan laporan khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, investigasi akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan sumber permasalahan.
“Penelusuran dilakukan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kasus ini dikategorikan sebagai kejadian menonjol sehingga memerlukan perhatian serius. Saat ini, fokus utama adalah memastikan penyebab gejala mual yang dialami para penerima manfaat melalui hasil uji sampel makanan.
Pemerintah daerah memastikan penanganan korban menjadi prioritas, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. (mn4)



