Transformasi Berlanjut, RUPSLB Krakatau Steel Tetapkan Willgo Zainar Jadi Dirut

redaksi
4 Min Read
H Willgo Zainar ditetap menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel, lewat RUPSLB, Senin (7/9/2026).

JAKARTA, Mandalikanesia.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus memperkuat langkah transformasi dan restrukturisasi perusahaan. Memasuki fase pertumbuhan yang semakin positif, Perseroan mencatat sejumlah capaian kinerja pada Semester I 2026 sekaligus menetapkan susunan pengurus baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026.

Kinerja Semester I 2026 menunjukkan adanya penguatan fundamental Perseroan. Dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara menjadi salah satu faktor penting yang mendorong kelancaran pasokan bahan baku, peningkatan utilisasi produksi, serta perbaikan efisiensi struktur pendanaan perusahaan.

Dari sisi penjualan, volume penjualan baja Krakatau Steel mencapai 614,26 ribu ton, meningkat 30,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi Perseroan dalam kembali memperkuat perannya untuk memenuhi kebutuhan baja nasional.

Pertumbuhan volume penjualan juga tercermin pada pendapatan
Perseroan yang mencapai US$622,7 juta, atau setara sekitar Rp11,15 triliun. Dari sisi operasional, Krakatau Steel membukukan laba bruto sebesar US$67,9 juta, atau meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan laba bruto tersebut mencerminkan adanya perbaikan kinerja operasional sekaligus peningkatan efisiensi yang berhasil dilakukan Perseroan di tengah proses transformasi dan restrukturisasi yang masih berjalan.

Sementara itu, dari sisi non-operasional, kinerja Perseroan turut dipengaruhi oleh sejumlah pos, antara lain laba atas penyelesaian kewajiban yang dipercepat dengan keringanan atas utang restrukturisasi, pendapatan atas divestasi entitas asosiasi, bagian rugi dari entitas asosiasi, beban keuangan, laba selisih kurs, serta pos-pos non-operasional lainnya.

Dengan memperhitungkan berbagai komponen tersebut, Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar US$10,9 juta pada Semester I 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa proses transformasi yang dijalankan Krakatau Steel mulai menunjukkan perkembangan positif. Perseroan menilai penguatan fundamental ini menjadi modal penting untuk melanjutkan agenda KRAS Reborn dan membawa perusahaan menuju posisi yang lebih kokoh sebagai industri baja nasional.

Ke depan, Krakatau Steel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat efisiensi, serta meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan nasional melalui penyediaan produk baja yang berkualitas dan berdaya saing.

Sejalan dengan agenda transformasi yang terus dijalankan, RUPSLB 2026 juga menetapkan susunan pengurus Perseroan yang baru. Komposisi pengurus tersebut diharapkan dapat memperkuat arah strategis perusahaan sekaligus memastikan agenda transformasi berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan dukungan jajaran manajemen yang memiliki pengalaman dan kompetensi di berbagai bidang, Krakatau Steel optimistis dapat meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing perusahaan di industri baja nasional maupun pasar global.

Adapun susunan pengurus Perseroan yang ditetapkan melalui RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
1.Komisaris Utama: Hendro Martowardojo
2.Komisaris Independen: David Pajung
3.Komisaris Independen: Didik Hariyanto
4.Komisaris: Setia Diarta
5.Komisaris: Adityo Haryo Bimo
Jajaran Direksi
1.Direktur Utama: Willgo Zainar
2.Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Thomas Christian
3.Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio: Hernowo
4.Direktur SDM: Suryantoro Waluyo
5.Direktur Infrastruktur dan Operasi: Sidik Darusulistyo
Dengan capaian kinerja yang semakin solid serta dukungan kepemimpinan baru, Krakatau Steel memasuki babak lanjutan transformasi dengan optimisme yang lebih kuat.

Semangat KRAS Reborn menjadi pijakan Perseroan untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan efisiensi, memperkuat fundamental, dan membangun pertumbuhan yang berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi Krakatau Steel sebagai salah satu pilar penting industri baja nasional sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan Indonesia. (mn3)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *