MATARAM, mandalikanesia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus membuka peluang investasi strategis di sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari transformasi menuju ekosistem industri agro maritim yang berdaya saing global.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim, saat menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB terkait rencana kunjungan Kedutaan Besar Bulgaria, di Mataram.
Dalam rapat tersebut, dibahas ketertarikan investor asal Bulgaria terhadap sejumlah sektor potensial di NTB, termasuk sektor kelautan dan perikanan yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Muslim mengatakan, NTB saat ini memiliki potensi besar pada komoditas unggulan perikanan, khususnya udang vannamei. Pada 2025, produksi udang vannamei NTB tercatat mencapai lebih dari 198 ribu ton.
“Potensi ini menjadi peluang besar untuk pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang terintegrasi dan berorientasi ekspor,” ujarnya.
Pemprov NTB, kata dia, menawarkan pembangunan pabrik pengolahan udang terintegrasi di dua lokasi utama, yakni Labuhan Lombok di Kabupaten Lombok Timur dan Teluk Santong di Kabupaten Sumbawa. Kedua kawasan tersebut dinilai strategis karena berstatus clean and clear, berada dekat pelabuhan perikanan, serta telah dilengkapi studi kelayakan (feasibility study/FS) dan Detail Engineering Design (DED).
Menurut Muslim, investasi di sektor tersebut memiliki prospek menjanjikan mengingat tingginya permintaan pasar global yang terus tumbuh sekitar 5 hingga 7 persen per tahun, terutama dari Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, China, dan kawasan ASEAN.
Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan berbagai dukungan bagi investor, mulai dari insentif investasi hingga kemudahan perizinan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Selain pengembangan industri udang, NTB turut menawarkan peluang hilirisasi komoditas tuna, tongkol, dan cakalang yang telah mengantongi sertifikat Marine Stewardship Council (MSC), standar internasional dalam tata kelola penangkapan ikan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut juga disampaikan proposal pembangunan Pelabuhan Soroadu di Kabupaten Dompu yang diproyeksikan menjadi pusat bongkar muat dan pengolahan hasil perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573.
Pemprov NTB optimistis dukungan potensi bahan baku, kesiapan infrastruktur pelabuhan, serta regulasi yang mendukung akan menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi biru di daerah.
Investasi strategis tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di NTB. (mn3)



