Pemprov NTB Dorong Desa Berdaya untuk Putus Rantai Kemiskinan

redaksi
2 Min Read
Koordinator TAG-P3K NTB Makmur Mendunia, Adhar Hakim

MATARAM, mandalikanesia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendorong pendekatan baru dalam penanggulangan kemiskinan melalui Program Desa Berdaya. Program tersebut menempatkan desa sebagai pusat perubahan sosial dan ekonomi masyarakat guna memperkuat kemandirian warga, khususnya keluarga miskin ekstrem.

Melalui pola pemberdayaan yang berkelanjutan, Desa Berdaya tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga mengembangkan potensi desa sesuai karakter wilayah masing-masing.

Pemerintah menilai kemiskinan tidak lagi dapat ditangani dengan pendekatan konvensional semata. Karena itu, dibutuhkan model pembangunan yang lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat secara aktif.

Koordinator TAG-P3K NTB Makmur Mendunia, Adhar Hakim, mengatakan kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, desa, komunitas, dan masyarakat.

Menurut dia, penguatan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci penting agar keluarga miskin mampu keluar dari ketergantungan dan memiliki kemampuan membangun kehidupan yang lebih baik secara mandiri.

“Melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan, Desa Berdaya diharapkan menjadi fondasi baru pembangunan daerah menuju masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

Program Desa Berdaya juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan sosial masyarakat, membangun kesadaran ekonomi keluarga, serta menciptakan ruang tumbuh bagi pelaku usaha desa dan kelompok produktif masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap pembangunan desa tidak hanya menjadi agenda infrastruktur semata, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan dalam mendukung visi NTB Makmur Mendunia. (mn3)

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *