Investor Mulai Beralih ke Bisnis Riil di Tengah Ketidakpastian Global

redaksi
2 Min Read
Ketua PIM NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi

MATARAM, mandalikanesia.com — Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, menilai ketidakpastian ekonomi global membuat sebagian investor mulai lebih berhati-hati menempatkan dana di pasar modal, khususnya saham. Kondisi tersebut mendorong banyak pelaku usaha memilih investasi pada sektor bisnis riil yang dinilai lebih aman dan memiliki kepastian.

Menurut Diyah, sebelumnya para investor, termasuk kalangan perempuan pengusaha, cukup aktif berinvestasi di pasar saham dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta prospek perusahaan yang dinilai potensial.

“Dulu kita juga main di saham-saham, kita lihat situasi ekonomi bagus, lalu kita pantau saham-saham yang bagus untuk diambil,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Namun, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kondisi ekonomi global dinilai semakin sulit diprediksi. Fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, pergerakan harga emas, hingga dampak konflik internasional disebut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan investasi para pelaku usaha.

Ia mencontohkan harga emas yang sempat melonjak tinggi, tetapi kemudian mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat. Selain itu, kondisi sejumlah perusahaan besar yang mengalami penutupan usaha juga menambah kekhawatiran investor.

“Kondisi sekarang tidak ada kepastian. Sewaktu-waktu bisa berubah karena perang, perizinan, dan berbagai faktor lainnya,” katanya.

Diyah juga menyoroti kecenderungan sebagian investor yang mulai memindahkan investasinya ke negara lain yang dianggap lebih kondusif dari sisi regulasi maupun iklim usaha. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah konkret untuk menarik sekaligus mempertahankan investor agar tetap menanamkan modal di Indonesia.
Menurut dia, stabilitas regulasi dan kepastian usaha menjadi faktor utama yang sangat diperhatikan investor sebelum mengambil keputusan investasi.

“Kalau sekarang, banyak yang ingin kepastian. Jadi lebih memilih investasi di bisnis yang real,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat iklim investasi nasional agar pelaku usaha memiliki rasa aman dalam menjalankan kegiatan ekonomi di tengah dinamika global yang masih berlangsung. (mn3)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *