HIPMI NTB Gelar Forbisda 2026, Perluas Wawasan, Jejaring Bisnis Pengusaha Muda di Daerah

redaksi
3 Min Read
HIPMI NTB menggelar Forbisda 2026 yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026.

MATARAM, mandalikanesia.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global. Hal itu disampaikan saat membuka Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI NTB 2026 di Mataram, Selasa (12/5/2026).

Menurut Iqbal, NTB memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. Namun, pembangunan ekonomi tersebut, kata dia, harus tetap berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan nilai religius masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan perubahan tersebut,” ujar Iqbal.

Ia juga menanggapi pesimisme sebagian kalangan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Menurut gubernur, setiap tantangan selalu menghadirkan peluang baru yang dapat dimanfaatkan, terutama oleh generasi muda dan pelaku usaha lokal.

Iqbal mendorong pengusaha muda NTB agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, tetapi ikut mengambil bagian dalam berbagai program strategis pemerintah pusat yang saat ini masuk ke NTB.

“Begitu banyak anggaran program yang masuk dari pusat ke NTB sekarang ini. Teman-teman pengusaha muda harus mengambil bagian dari pembangunan itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Maulana, mengatakan Forbisda 2026 yang berlangsung pada 12–13 Mei dirancang untuk memperluas wawasan, jejaring, dan akses bisnis bagi pengusaha muda di daerah.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya calon Ketua Umum BPP HIPMI Pusat, Ade Jona Prasetyo, serta agenda sosialisasi pasar modal bersama Bursa Efek Indonesia.

Menurut Ismed, sejumlah sektor usaha, khususnya transportasi, masih menghadapi tekanan akibat kenaikan harga minyak dan dinamika ekonomi global. Meski demikian, ia menilai peluang baru mulai terbuka melalui kebijakan Badan Gizi Nasional yang melibatkan sektor riil dan UMKM lokal dalam pelaksanaan program pemerintah.

“Keterlibatan UMKM dalam rantai program pemerintah dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Ia berharap pengusaha muda NTB mampu meningkatkan skala usaha hingga menembus pasar nasional, bahkan masuk ke pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

“Kami ingin mendorong pengusaha dari NTB tidak hanya bermain di skala lokal, tapi juga bisa melakukan IPO dan melantai di Bursa Efek Indonesia. Ini mimpi yang harus kita dorong bersama,” kata Ismed. (mn3)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *