MATARAM – Pelantikan dan pembekalan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H / 2026 M resmi dilaksanakan secara serentak pada Jumat (17/04), diikuti oleh jajaran PPIH di seluruh daerah, termasuk PPIH Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang turut berpartisipasi secara virtual.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai langkah awal menuju penyelenggaraan ibadah haji yang aman, efisien, dan berkualitas.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi kepada seluruh calon petugas yang telah mempersiapkan diri dengan matang sejak beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, persiapan yang optimal adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul, baik yang terkait dengan kondisi cuaca maupun dinamika global pasca-pandemi.
“Kita telah menyiapkan petugas secara bertahap sejak jauh hari. Setiap petugas harus mampu memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan keikhlasan. Jangan lengah, kita harus terus meningkatkan kualitas kerja dan bersinergi demi kelancaran ibadah haji,” tegas Gus Irfan.
Pelantikan ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji. Salah satu sorotan penting pada pelantikan kali ini adalah demografi jamaah haji asal NTB yang didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia), dengan rata-rata umur lebih dari 50 tahun.
Asisten 1 Setda Provinsi NTB Fathul Ghani, menegaskan bahwa hal ini menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan.
“Jamaah haji kita tahun ini didominasi oleh lansia. Oleh karena itu, kami mengingatkan para petugas untuk memberikan pelayanan yang ramah, sigap, dan penuh perhatian, khususnya dalam hal kesehatan jamaah. Setiap petugas harus menjaga kesehatan pribadi agar pelayanan tetap optimal,” ujar Fathul Ghani.
Ia juga mengajak seluruh petugas untuk menjadikan tugas ini sebagai amanah yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi. “Mari jadikan ini sebagai ladang ibadah. Kehadiran panitia harus memberikan manfaat, bukan hanya sekadar menjalankan tugas,” tambahnya.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, menekankan bahwa petugas PPIH Embarkasi Lombok memiliki peran yang sangat penting, bahkan setara dengan petugas yang bertugas di Makkah dan Madinah. Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh aspek manajerial, tetapi juga oleh kualitas pelayanan di lapangan.
“Pelantikan ini bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga peneguhan komitmen moral. Keberhasilan kita diukur bukan hanya dari kecakapan manajerial, tetapi dari apakah jamaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” ujarnya.
Operasional keberangkatan jamaah haji dijadwalkan akan dimulai pada 22 April 2026, dan dengan pelantikan ini, diharapkan seluruh petugas dapat bekerja secara sinergis untuk memastikan ibadah haji berjalan lancar dan sukses. (mn-ii)



