Kwarda Pramuka NTB Gandeng BNNP NTB Perkuat Peran Pencegahan Narkotika Generasi Muda

redaksi
3 Min Read
Kwarda Pramuka NTB menggandeng BNN Provinsi NTB.

MATARAM, mandalikanesia.com — Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka NTB Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kwartir Daerah Pramuka NTB dan Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja sekaligus memperluas peran Pramuka dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada pembinaan generasi muda dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Rakerda diikuti sebanyak 60 peserta, terdiri atas 40 perwakilan Kwartir Cabang se-NTB dan 20 unsur Kwartir Daerah. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 April 2026, mencakup evaluasi program, penguatan organisasi, serta perumusan arah kerja tahunan.

Sekda Abul Chair menegaskan posisi strategis Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang kian kompleks. Ia menilai kualitas pembinaan saat ini akan sangat menentukan masa depan bangsa.

“Kalau kita ingin melihat Indonesia Emas 2045, maka lihatlah bagaimana pembinaan Pramuka hari ini. Di sinilah komitmen itu dibangun,” ujarnya.

Menurut dia, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui kedisiplinan formal, tetapi harus diperkuat dengan nilai karakter, integritas, loyalitas, dan militansi dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar seragam atau baris-berbaris, tetapi pembentukan karakter, loyalitas, dan militansi generasi muda,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial serta keberanian untuk melakukan perubahan ketika menghadapi kondisi yang tidak ideal di masyarakat. “Ketika kita melihat sesuatu yang tidak ideal, maka jangan diam. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Pramuka NTB, Fathul Gani, menyebut Rakerda menjadi forum penting untuk memastikan kesinambungan program kerja hingga ke tingkat Kwartir Cabang, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.

Ia mengungkapkan, penyesuaian anggaran hingga sekitar 70 persen di sejumlah daerah menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, Pramuka tetap dituntut menjaga keberlangsungan pembinaan generasi muda.

“Di tengah keterbatasan anggaran, program Pramuka tetap harus berjalan dan memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

Kepala BNN Provinsi NTB, Marjuki, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Gerakan Pramuka dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, BNN siap memperkuat kerja sama melalui program sosialisasi, penyuluhan, deteksi dini, hingga layanan rehabilitasi. Dukungan tersebut mencakup penyediaan tenaga konselor, fasilitas rehabilitasi, serta edukasi berbasis sekolah dan komunitas.

“Pramuka adalah mitra strategis dalam membangun kesadaran generasi muda agar terhindar dari narkotika sejak dini,” katanya. (mn4)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *