MATARAM, mandalikanesia.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik. Hal ini dinilai krusial guna mencegah atau meminimalkan dampak negatif dari berbagai persoalan di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Gubernur menerima kunjungan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Sumaryanto, beserta rombongan di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Kamis (24/4)/2026.
“Every disaster movie start with the government ignoring the scientist. Jadi kalau kita nonton, banyak film mengenai bencana dimulai dari pemerintah yang mengabaikan para ilmuwan. Sudah diberi masukan, namun diabaikan hingga akhirnya terjadi bencana. Dari situlah saya percaya pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan kampus,” ujar Gubernur Lalu Iqbal.
Ia menambahkan, para birokrat kerap disibukkan oleh rutinitas administrasi sehingga tidak memiliki cukup ruang untuk refleksi mendalam. Dalam konteks tersebut, peran ilmuwan, peneliti, dan akademisi menjadi penting sebagai mitra strategis dalam pengambilan keputusan berbasis data dan riset.
Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi NTB dan UNY. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, pelatihan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pembangunan daerah.
Salah satu agenda utama dalam kerja sama tersebut adalah rencana pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY di Kabupaten Lombok Utara. Wilayah ini dipilih karena dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terencana.
“Saya selalu melihat Lombok Utara sebagai masa depan NTB. Daerah ini masih relatif baru, belum banyak terpapar dampak urbanisasi, sehingga memberikan peluang untuk dibangun secara sistematis sejak awal,” jelas Gubernur Lalu Iqbal.
Ia juga menyoroti tingginya kesadaran masyarakat setempat terhadap kelestarian lingkungan sebagai modal penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor UNY, Sumaryanto, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyebutkan bahwa program PSDKU UNY saat ini telah hadir di sejumlah daerah seperti Riau, Blora, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Bagi UNY, ini merupakan keberkahan yang luar biasa karena mendapat kepercayaan untuk menjalin kerja sama,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran akademisi dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kajian ilmiah. (mn4)



