MATARAM, mandalikanesia.com — Memperingati Hari Kartini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, melakukan kunjungan motivasi ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Selasa (21/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sinta berdialog langsung dengan anak-anak serta warga binaan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup masing-masing, termasuk masa lalu yang tidak selalu mudah, namun hal itu harus dijadikan sebagai proses pembentukan karakter.
“Setiap orang memiliki masa lalu. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya agar menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik ke depan,” ujarnya.
Mengusung semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, Sinta mendorong para anak binaan untuk tidak memandang kondisi sulit sebagai hukuman, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.
Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam keraguan dan masa lalu, serta berani menatap masa depan dengan optimisme.
“Jangan bermain dengan kata ‘tapi’. Dunia ini luas. Selama ada niat dan kemauan, akan lahir perempuan-perempuan tangguh yang siap berjuang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, TP PKK NTB turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada anak-anak dan keluarga binaan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesejahteraan perempuan dan anak.
Sinta juga menyoroti pentingnya literasi bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Ia membuka ruang dialog agar anak-anak dapat menyampaikan aspirasi serta harapan mereka.
“Kami ingin mendengar apa yang kalian butuhkan dan impikan, agar kami tidak salah langkah dalam mendampingi generasi muda,” tambahnya.
Menutup kunjungan, Sinta bersama jajaran pengurus TP PKK meninjau langsung fasilitas asrama dan lingkungan tempat tinggal warga binaan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan sarana serta kenyamanan selama proses rehabilitasi dan perlindungan berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak binaan untuk bangkit, serta memperkuat peran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak di NTB. (mn2)



