MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemangku kepentingan sektor jasa keuangan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Program Desa Berdaya. Program ini menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kick off kolaborasi sektor jasa keuangan dalam Program Desa Berdaya menjadi momentum sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan mitra strategis dalam mendorong inklusi keuangan serta memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan, pelaku usaha ultra mikro, dan masyarakat prasejahtera.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Facilitator (TOF) bagi pendamping desa. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping dalam memberikan edukasi keuangan yang sederhana, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Kegiatan pembukaan diisi dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk International Labour Organization (ILO) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta keynote speech dari perwakilan Pemerintah Provinsi NTB. Selain itu, digelar diskusi mengenai edukasi keuangan dan akses pembiayaan bagi komunitas rentan.
Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya merupakan wujud komitmen OJK dalam membangun sektor jasa keuangan yang stabil, inklusif, dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan edukasi keuangan, akses pembiayaan, dan perlindungan konsumen dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi NTB menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Program ini diharapkan menjadi pengungkit utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Rangkaian kegiatan juga mencakup gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari ILO dan Perkumpulan Gemapalu. Diskusi menyoroti pentingnya literasi keuangan, penguatan kapasitas kelompok rentan, serta perluasan akses pembiayaan yang inklusif.
Selain itu, OJK bersama mitra melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lombok Timur untuk meninjau kesiapan mitra pendamping dan offtaker. Sejumlah pelaku usaha binaan
Bank NTB Syariah dan Bank Mandiri diusulkan sebagai bagian dari implementasi program, termasuk usaha peternakan ayam petelur, pengolahan kemiri, dan pengrajin Batik Sasambo.
Ke depan, implementasi Program Desa Berdaya akan terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem UMKM desa dan optimalisasi sinergi lintas lembaga keuangan melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB. Upaya ini mencakup peningkatan akses layanan keuangan, pembiayaan usaha, hingga pembentukan budaya menabung di masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Program Desa Berdaya diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di NTB. (mn-i)



