MATARAM, Mandalikanesia.com – Perum Damri Cabang Mataram menyiapkan 118 unit kendaraan untuk mendukung mobilitas penonton MotoGP Mandalika 2026. Ratusan armada tersebut akan digunakan untuk melayani kebutuhan shuttle selama rangkaian ajang balap motor internasional itu berlangsung.
General Manager Perum Damri Cabang Mataram, Zuryani, mengatakan persiapan menghadapi MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya berfokus pada ketersediaan armada, tetapi juga mencakup kesiapan tim operasional dan pengemudi.
“Untuk kesiapan MotoGP 2026, kami nyatakan cukup siap. Mengingat event ini berskala internasional dan merupakan gawe nasional, tentunya kami mempersiapkan cukup matang, baik kesiapan unit maupun tim,” kata Zuryani, Rabu (24/9/2026).
Dari total 118 kendaraan yang disiapkan, sebanyak 114 unit merupakan bus medium, sedangkan empat unit lainnya berupa kendaraan HiAce. Armada tersebut akan difokuskan untuk melayani shuttle dalam di kawasan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Selain itu, Damri juga akan mendukung layanan shuttle luar yang dikelola dan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan.
“Untuk 118 unit itu untuk shuttle dalam. Kami juga mendukung shuttle luar yang dikelola oleh Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Zuryani memastikan layanan shuttle dalam maupun shuttle luar bagi penonton MotoGP akan diberikan secara gratis. Khusus pengguna shuttle luar, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari Dinas Perhubungan mengenai titik pemberhentian serta rute yang tersedia.
Menurut Zuryani, dukungan transportasi dalam gelaran MotoGP tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan armada. Sebagai ajang internasional, penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga menjadi bagian dari upaya menjaga citra daerah dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Karena itu, aspek keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama. Zuryani menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas selama seluruh layanan transportasi berlangsung.
Untuk memenuhi kebutuhan armada, Damri juga akan melibatkan perusahaan otobus (PO) lokal. Langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan kendaraan untuk mendukung mobilitas penonton tidak dapat dipenuhi hanya dengan armada milik Damri.
“Damri bukan untuk dirinya sendiri. Kami akan melibatkan transport lokal,” kata Zuryani.
Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar 50 unit bus medium milik PO lokal yang berpotensi dilibatkan dalam layanan transportasi MotoGP. Sementara itu, Damri Cabang Mataram memiliki sekitar 21 unit yang dapat disiapkan untuk mendukung operasional.
Damri juga masih berkoordinasi dengan sejumlah cabang lainnya untuk menambah dukungan armada. Jika kebutuhan kendaraan belum terpenuhi, kekurangan armada akan didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Bali.
“Kami prioritaskan unit dari PO lokal karena mengingat PO lokal ini tidak bisa mencukupi kebutuhan. Selebihnya, kekurangan armada akan didukung dari luar,” ujarnya. (mn3)



