PRAYA, Mandalikanesia.com ā Nusa Tenggara Barat bersiap membuka jalur baru pariwisata bahari. Pesawat amfibi atau seaplane, marina, dan fasilitas kapal pesiar mewah (superyacht) dirancang menjadi satu ekosistem yang menghubungkan Bali, Lombok, hingga pulau-pulau eksotis di NTB. Pemerintah daerah membidik wisatawan kelas premium, tetapi juga menjanjikan investasi ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Uji coba penerbangan seaplane bersama Aman Air ditargetkan berlangsung pada Desember 2026, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Provinsi NTB. Rencana rute awal menghubungkan Pelabuhan Benoa, Bali, dengan sejumlah destinasi strategis di NTB, termasuk Mandalika hingga Teluk Saleh.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah daerah menyiapkan skema dukungan investasi melalui pembentukan NTB Capital, sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) nonfinansial. Lembaga ini dirancang membantu investor menangani persoalan perizinan lintas kementerian maupun dinamika sosial yang muncul di lapangan.
“Tujuan dibentuknya holding BUMD baru ini adalah sebagai jaminan kepada investor. Jika ada investor yang ingin berinvestasi di NTB, kami akan bantu mengurus semua perizinan dan kendala sosial. Investor cukup fokus pada pengembangan bisnisnya, sisanya pemerintah daerah yang menangani,” ujar Iqbal, Kamis (15/10/2026).
Skema tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk menempatkan kepastian investasi sebagai salah satu prasyarat pengembangan pariwisata. Akan tetapi, efektivitasnya akan ditentukan oleh sejauh mana koordinasi antarlembaga berjalan, perizinan dapat diselesaikan sesuai aturan, dan persoalan di masyarakat ditangani tanpa mengabaikan hak warga.
Direktur Aman Air Michael Allan Nicholas mengatakan persiapan operasional seaplane di NTB terus berjalan. Perusahaan, menurut dia, telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di bandara, termasuk ruang perawatan pesawat dan ruang pelayanan tiket.
“Saat ini progres operasional di NTB terus berjalan. Kami sudah menyiapkan ruang perawatan pesawat (maintenance) dan area layanan tiket (ticketing room) di bandara untuk mendukung operasional penerbangan,” kata Michael.
Bagi Aman Air, seaplane bukan sekadar moda transportasi untuk mempersingkat perjalanan wisatawan. Pesawat amfibi itu dirancang sebagai bagian dari jaringan pariwisata bahari yang terintegrasi dengan pembangunan marina dan pengembangan destinasi kapal pesiar mewah.
Dalam konsep tersebut, Bali menjadi salah satu pintu masuk, sedangkan Lombok dan pulau-pulau kecil di NTB menjadi tujuan perjalanan berikutnya. Konektivitas udara dan laut diharapkan membuka akses ke kawasan yang memiliki potensi wisata, sekaligus mendorong tumbuhnya investasi akomodasi dan resor.
“Kami ingin membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan hingga puluhan tahun ke depan. Seaplane dan marina adalah satu kesatuan fasilitas yang membuka akses menuju lokasi-lokasi eksotis baru, sekaligus menarik investasi akomodasi dan resor di sekitarnya,” ujar Michael.
Aman Air juga membawa pengalaman pengoperasian pesawat amfibi di Kanada yang, menurut Michael, telah berlangsung selama puluhan tahun. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam membangun operasional seaplane di Indonesia.
Kehadiran wisatawan premium diharapkan meningkatkan permintaan terhadap akomodasi, jasa transportasi, layanan kapal pesiar, kuliner, dan berbagai produk lokal. Investasi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru di kawasan pesisir.
Iqbal menegaskan bahwa masyarakat setempat harus menjadi bagian dari ekosistem industri yang sedang dibangun. Pemerintah, kata dia, siap mendorong pelatihan dan penyiapan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.
“Pengembangan pariwisata berkategori quality tourism ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pemerintah daerah siap menyiapkan pelatihan dan sekolah vokasi (SMK) bagi pemuda lokal agar mereka menjadi bagian dari ekosistem industri ini dan tidak hanya menjadi penonton,” ujar Iqbal.
Rencana pengembangan seaplane, marina, dan superyacht menempatkan NTB dalam persaingan memperebutkan pasar wisata bahari kelas atas. Kedekatan dengan Bali menjadi salah satu modal untuk membangun perjalanan lintas destinasi, sedangkan potensi pesisir dan pulau-pulau kecil menawarkan ruang pengembangan produk wisata baru.
Target uji terbang pada Desember 2026 akan menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat perkembangan rencana tersebut. Adapun realisasi jaringan seaplane, pembangunan marina, dan pengembangan destinasi superyacht masih membutuhkan kejelasan tahapan proyek serta kesiapan infrastruktur dan perizinan. (mn3)



